Selamat Datang di Mujahidin.net
Wujud dan Pengetahuan
Last Updated on Sunday, 01 November 2009 16:54 Written by Administrator Thursday, 30 July 2009 14:42
Bahasan kali ini adalah wujud dan pengetahuan (being and knowledge). Apa yang dimaksud dengan wujud (being)? Kata wujud berasal dari bahasa arab wajada. Yang kita bicarakan wujud di sini adalah wujud dalam pengertian yang sangat dasar.Wujud dalam dirinya sendiri tidak dapat diketahui. Yang kita anggap wujud ini tidak bisa kita definisikan. Sedangkan kita yang wujud ini sebenarnya hanya akibat dari wujud yang sesungguhnya. Ini sulit kita pahami, karena vocabulary kita tidak bisa menjangkau aspek spiritual ini. Ini satu bukti betapa timpangnya perhatian kita terhadap persoalan ini. Bukan kesalahan kita untuk tidak dapat memahami persoalan ini, tetapi fasilitas yang ada sangat terbatas untuk menjelaskannya.
Misteri Lokasi Thursina
Last Updated on Monday, 03 August 2009 12:36 Written by Administrator Thursday, 23 July 2009 10:27
''Demi buah tin dan zaitun. Demi (Bukit) Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.'' (Attin ayat 1-3).
Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah SWT. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.
Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut. Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu.
Samiri dan Patung Anak Lembu
Last Updated on Monday, 03 August 2009 12:34 Written by Administrator Thursday, 23 July 2009 10:34
Dalam Alquran, diceritakan bahwa setelah Nabi Musa AS bersama umatnya (Bani Israil) keluar dari Mesir dengan menyeberangi Laut Merah dari kejaran Firaun, Nabi Musa kemudian pergi ke sebuah bukit untuk bertemu dengan Allah SWT.Umatnya yang ditinggalkan bersama dengan Nabi Harun AS lantas merasa kepergian Musa terlalu lama. Karena itu, mereka kemudian meminta Nabi Harun AS untuk membuat sesuatu sebagai sesembahan mereka. Nabi Harun AS menolak permintaan Bani Israil ini.
Melacak Jejak Nabi Yunus AS
Last Updated on Monday, 03 August 2009 12:38 Written by Administrator Thursday, 23 July 2009 10:23
Kepergiaan Nabi Yunus AS yang meninggalkan umatnya di negeri Ninawa (Irak) menunjukkan sikapnya yang tidak sabar dan gampang berputus asa.
Dalam Alquran, diceritakan kisah tentang Nabi Yunus Alahissalam (AS), yaitu seorang Nabi yang diutus oleh Allah kepada negeri Ninawa di dekat Mosul, Irak. Kisah selengkapnya disebutkan dalam beberapa surat Alquran, antara lain surah Annisaa' (4) ayat 163, Al-An'aam (6) ayat 86, Yunus (10) ayat 98, Al-Anbiyaa (21) ayat 87-88, dan Alshaafaat (37) ayat 139-148.
Imam dan Rabi Eropa Kunjungi AS untuk Dialog
Written by Administrator Thursday, 23 July 2009 10:44
WASHINGTON, DC — Kelompok imam dan rabi dari Eropa orang melakukan tur di pusat antar-keyakinan, Amerika Serikat, Senin, (20/7). Mereka belajar kesuksesan Amerika, dalam penguatan dialog antar-agama dan hubungan Muslim-Yahudi, demikian menurut laporan Washington Times, Senin."Kesuksesan kami di Amerika memberi kami percaya diri dan keyakinan untuk menjangkau Eropa," ujar direktur nasional aliansi komunitas dan antar-keyakinan Sayiid Mohammad Syeed,di Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA). Ia adalah salah satu dari tiga tokoh penyambut dan pembicara dalam tur tersebut.
Kelompok berjumlah 28 imam dan rabi dari 10 negara Eropa itu akan tinggal di AS selama lima hari. Itu merupakan hal pertama yang melibatkan pemuka Muslim dan Yahudi dari luar AS. "Kita membutuhkan mereka untuk menyaksikan langsung apa yang kami lakukan. Saya sendiri telah bergerak di dalam bidang ini hampir seluruh hidup saya," ujar Sayiid.
Ide kunjungan tersebut terpicu setelah tumbuh anti-Semit yang makin kuat di kalangan Muslim Inggris, Perancis dan negara lain Eropa. Hal itu diakui oleh Kepala Kongres Yahudi Dunia Wilayah Amerika, Rabi Marc Schneier.
"Kita ingin membantu menguatkan hubungan dan dialog didunia Islam yang mencerminkan suara moderat," ujar Rabi Marc yang juga menjadi presiden Yayasan Pemahaman Etnik (FFEU) berbasis di New York. "Sekaligus membantu mereka mengambil kembali agama dari para kader ekstrimis dan para fanatik Islam yang selama ini menguasai citra agama," imbuhnya.
"Tantangan terbesar dialog antar-keyakinan abad ke-21 adalah menemukan jalan mempersempit jurang antara Muslim dan Yahudi di seluruh dunia," kata Rabi Marc. "Landasan, yang saya bangun bersama dengan rekan Muslim 20 tahun lalu, dikenal sebagai hasil kerja antara Yahudi dan Kulit Hitam," ujarnya.
Para rabi dan imam memulai kunjungan pada Senin lalu di New York. Di kota itu mereka bertemu Imam Mohammad Shamsi Ali, kepala Pusat Kebudayaan Islam sekaligus imam masjid New York, yang akan menuturkan pengalamannya memimpin masjid terbesar di New York.
Dalam tur dua hari di New York, para imam dan rabi Eropa akan bertemu pula dengan orang-orang berpengaruh di bidang politik, sipil dan pemuka agama lain. PBB bertindak selaku tuan rumah dalam acara hari kedua.
Kemudian mereka akan menuju Washington, mengunjungi Museum Holocaust AS. Pemimpin Kongregasi Agudas Achim di Aleksandria, Rabi Jack Moline dan imam dari Masyarakat Muslim Kawasan Dulles, Mohammad Magid, akan menjadi pembicara dalam hubungan antar-keyakinan pasca-holocaust.
Lalu siangnya, mereka akan diterima oleh anggota Konggres AS dari kalangan Muslim, Keith Ellison dan Andre Carson. Masih di Washington, rombongan bakal bertemu pula dengan Kaukus Yahudi Kongresional tak resmi, Jerrold Nadler dan Robert Wexler.
Esok harinya, Kamis (23/7), para imam dan rabi Eropa akan berkunjung ke Gedung Putih untuk bertemu direktur eksekutif Lingkungan Kekerabatan dan Pusat berbasis Keyakinan, Joshua Dubois. Setelah makan siang di Kedutaan Besar Arab Saudi, rombongan dijadwalkan terbang pulang kembali ke negara masing-masing.
Menanggapi acara tersebut, Juru bicara ISNA, Mohamed Elsanous berkomentar, "Para Muslim merasa bangga dapat menyambut mereka dari keyakinan berbeda,". Rupanya dua tahun lalu, ISNA dan FFEU yang telah lama berupaya membangun hubungan Muslim-Yahudi, menggelar pertemuan antara para rabi dan imam di New York. Mereka mengombinasikan kekuatan layanan masyarakat, diumumkan lewat CNN awal 2008 silam, untuk menghapus Islamofobia dan anti-Semitisme.
Pada akhir November 2008, mereka meminta 50 masjid plus sinagoga di dalam kota-kota penjuru negara dan mendorong mereka menggelar acara saling kunjung dan berpartner di akhir pekan. Acara saling kunjung serupa tahun ini, dijadwalkan pada 13-15 November 2009 mendatang.
Upaya kedua pemuka agama dan acara itulah yang menarik perhatian para imam dan rabi dari daratan Eropa. "Kami menerima telepon dari para pemimpin agama di Inggris, Swedia dan Australia yang juga ingin terlibat dalam acara serupa," tutur Rabi Marc.
Rabi juga menuturkan terjadi peruntuhan tembok tebal dari upaya panjang itu. "Salah satunya kami menerima permintaan maaf dari umat Muslim, setelah Mei lalu, empat Muslim ditahan karena merencanakan pengeboman sinagoga," tutur Rabi.
Namun ia sendiri mengakui kondisi itu tidak terjadi seperti membalik telapak tangan. Sama seperti Sayiid, ia pun menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk membangun hubungan harmonis Muslim-Yahudi. "Membutuhkan waktu 40 tahun, paling tidak sejak saya meninggalkan Mesir," kenang Rabi Marc. (itz) (Sumber: Republika.co.id, by Republika Newsroom, 22 Juli 2009).
More Articles...
Page 6 of 11


















